Alat Make Up Jangan Hanya Dipakai, Lakukan Juga Perawatan Rutin

Alat Make Up Jangan Hanya Dipakai, Lakukan Juga Perawatan Rutin

Alat make up seolah tak bisa dipisahkan dari keseharian wanita masa kini. Keinginan untuk selalu tampil cantik dan segar, membuatnya seolah menjadi kebutuhan wanita. Berbagai jenis alat make up hadir untuk memenuhi kebutuhan merias wajah. Di antaranya adalah; foundation, blush on, bedak, concealer, maskara, eye shadow, dan masih banyak lagi.

Untuk pemakaian sehari-hari, biasanya alat make up yang digunakan hanya pelembab, bedak, dan lipstik. Namun, untuk hasil make up yang lebih kompleks dan rapi, tentunya memerlukan alat make up yang lebih lengkap lagi.

Tak hanya mempercantik, fungsi alat make up juga bisa menutupi ketidak sempurnaan pada wajah. Misalnya saja, flek hitam, bekas jerawat, bekas cacar air, atau bahkan mata panda. Ada beberapa trik dan tips pengaplikasian make up untuk menutupi kekurangan tersebut.

Untuk mengaplikasikannya, gunakan alat make up yang tepat. Jika dicermati, ada berbagai bentuk kuas make up. Masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Misalnya saja, kuas untuk mengaplikasikan eyeshadow, blush on, ataupun untuk membaurkan make up. Sponge pun begitu. Antara spons bedak dan spons foundation, tentunya berbeda tingkat kelembutannya.

Menggunakan alat make up yang salah, akan membuat pengaplikasian make up menjadi tidak maksimal. Selain itu, kesalahan ini juga akan memperpendek usia alat make up tersebut. Tentunya akan sayang sekali jika alat make up menjadi cepat rusak, bukan?

Memiliki koleksi alat make up? Jangan lupa perhatikan tanggal kadaluarsanya, ya. Jika melewati tanggal kadaluarsa, produk make up akan berbahaya untuk digunakan. Berbagai resiko yang bisa ditimbulkan di antaranya adalah iritasi, peradangan, bahkan infeksi. Selain memperhatikan tanggal kadaluarsa, perhatikan juga batas pemakaian kosmetik setelah kemasan dibuka. Ada jenis kosmetik yang hanya bertahan selama setahun atau enam bulan saja setelah dibuka.

Perhatikan juga cara penyimpanannya. Apakah alat make up tersebut harus ditempatkan di tempat khusus? Misalnya dijauhkan dari sinar matahari langsung. Sebab, penyimpanan yang tepat juga mempengaruhi masa pakai kosmetik tersebut.

Kebersihan dari alat make up yang digunakan juga harus diperhatikan. Tak jarang, alat make up digunakan terus tanpa dibersihkan. Tentunya ini juga lambat laun akan mengakibatkan masalah pada kulit wajah. Bayangkan jika debu, keringat, dan sisa make up menempel dan bercampur menjadi satu. Pasti akan menjadi sarang bagi bakteri.

Itulah sebabnya, tak jarang pemakaian alat make up dapat mengakibatkan gatal pada wajah. Efeknya bisa berbahaya, gatal yang digaruk bisa menyebabkan luka yang akhirnya menjadi infeksi. Untuk itulah perlu melakukan pembersihan alat make up secara rutin.

Walaupun cara membersihkan alat make up cukup mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab membersihkan dengan asal-asalan akan mengakibatkan alat make up menurun fungsinya, atau bahkan menjadi rusak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan alat make up. Mulai dari alat, bahan pembersih, cara mencuci, hingga cara mengeringkannya.

Ingin Belajar Make Up Profesional

Alat make up dapat dibersihkan dengan menggunakan sabun wajah. Formulanya yang lembut, akan menjaga kuas dan spons dari kerusakan. Shampo bayi juga bisa digunakan untuk membersihkan kuas dan spons. Biasanya shampo bayi mengandung pelembut ekstra dan formula lembut. Sehingga aman untuk alat make up.

Alternatif lain yang bisa digunakan untuk membersihkan alat make up adalah dengan menggunakan sabun cuci piring. Dalam sabun cuci piring biasanya terdapat anti bakteri yang akan bermanfaat untuk menyingkirkan bakteri yang menempel pada alat make up. Namun, jangan lupa menambahkan minyak zaitun yang berfungsi sebagai kondisioner. Hal ini perlu untuk menjaga kelembutan kuas dan spons yang dicuci.

Lalu bagaimana caranya mencuci alat make up agar tidak cepat rusak? Pastikan agar mencucinya dengan lembut dan berhati-hati. Beda alat make up, beda pula cara membersihkannya.

  1. Kuas

Ada berbagai jenis dan bentuk kuas make up. Namun, pada dasarnya, cara membersihkannya kurang lebih sama. Basahi dengan kucuran air hangat yang mengair. Kemudian gosok dengan lembut bulu kuas menggunakan baby shampo. Jangan menggosoknya terlalu kuat, sebab akan mengakibatkan bulu kuas menjadi keriting. Pastikan semua debu dan sisa make up telah bersih sempurna saat membilasnya. Hindari merendam kuas hingga ke bagian pegangannya. Terutama untuk kuas yang bergagang logam. Hal ini akan mengakibatkan gagang kuas menjadi berkarat.

Setelah dibilas bersih, serap sisa air menggunakan lap lembut dan kering secara perlahan. Lalu biarkan kuasnya hingga kering.

  1. Spons

Untuk membersihkan spons make up, cukup mudah. Basahi spons tersebut, kemudian beri pembersih. Tekan-tekan dengan lembut sampai busanya keluar. Jangan menekannya terlalu keras agar bentuk spons tidak berubah atau bahkan sobek. Setelah itu, biarkan berada di bawah air mengalir sambil terus ditekan-tekan hingga bersih dan busa sabun hilang. Saat mengeringkannya, cukup diletakkan agar kering alami. Hindari penggunaan pengering, karena justru akan merusak spons.

  1. Sikat maskara

Siapa bilang sikat maskara tidak perlu dibersihkan? Walaupun tidak terlihat kotor, namun sikat maskara pun bisa menjadi sarang bakteri. Belum lagi sisa maskara yang tak jarang menggumpal di ujung-ujungnya. Jika tidak dibersihkan, bisa membuat kesulitan saat akan mengaplikasikan maskara dengan baik.

Untuk membersihkan sikat maskara, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sedikit sampo bayi. Pertama-tema, rendam sikat maskara dalam air hangat. Fungsinya adalah agar sisa maskara yang menempel menjadi lembek dan mudah dibersihkan. Kemudian sikat dengan lembut menggunakan sikat gigi dan sampo bayi. Jangan menyikat terlalu kuat agar bulu sikat maskara tidak terlepas. Saat membilasnya, gunakan air yang mengalir, sambil terus disikat perlahan hingga bersih.

Setelah dibersihkan, pastikan alat make up sudah benar-benar kering sebelum kembali digunakan. Jika tidak, akan menimbulkan bau apak. Memiliki alat make up cadangan juga perlu apabila intensitas pemakaiannya cukup tinggi. Sehingga saat yang satu sedang dicuci dan menunggu kering, masih bisa menggunakan alat cadangan.

Sebaiknya alat make up dikelompokkan sesuai jenisnya. Hal ini selain agar mudah ditemukan saat akan digunakan, juga menjaga agar tidak campur baur dengan alat make up lain. Tak jarang, jika tidak dipisahkan justru bisa saling merusak fungsinya. Ada banyak tas kosmetik yang memungkinkan semua alat itu ditempatkan dalam sekat-sekat agar mudah mengelompokkannya. Gunakan juga rak kosmetik untuk menyimpannya dengn rapi di meja kosmetik.

Perawatan alat make up akan membuatnya tahan lama. Sehingga dapat difungsikan dengan baik. Semakin tahan lama akan semakin hemat, bukan? Selain itu, kesehatan wajah akan lebih terjaga dengan menggunakan alat yang bersih. Sebab, bagaimanapun kulit wajah sangat sensitif. Untuk itu lakukan perawatan alat make up dengan cermat setidaknya sebulan sekali. Namun, jika pemakaian lebih sering, tentunya perawatan dan pembersihannya juga harus lebih sering dilakukan. Jangan biarkan kulit wajah berada dalam resiko iritasi akibat alat make up yang kotor dan menjadi sarang bakteri.

Related posts