Simulasi Akibat Seorang Agen PPOB yang Tidak Promosi di Tahap Awal

Simulasi Akibat Seorang Agen PPOB yang Tidak Promosi di Tahap Awal

Tidaklah mengejutkan kalau hingga hari ini bisnis PPOB cukup menyita perhatian banyak orang. Terutama mereka yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Sebab, bisa dikatakan bahwa untuk memulai bisnis ini, Anda hanya membutuhkan modal kecil. Bahkan kecil sekali. Pendaftarannya saja hanya 0 Rupiah.

Tapi tidak semuanya memberlakukan ketentuan semacam itu. Ada yang agak curang dengan mematok ketentuan tinggi. Misalnya dengan menekankan pada biaya administrasi, bisa juga pada waktu pemerolehan deposit ke saldo akun Anda. Daripada bahas yang abal-abal, lebih baik kita bahas yang legal saja, ya.

Bisnis PPOB tidaklah sebesar bisnis sales. Meskipun sama-sama keuntungannya berasal dari sistem komisi. Ketika Anda menjadi seorang sales lapangan, penyetokan dari supplier bisa langsung diteruskan untuk dijual ke lapangan. Bisa dengan beli sendiri, atau mungkin hanya menyetok saja. Tapi tidak berhenti begitu saja.

Meskipun banyak yang merasakan keuntungan yang tinggi, tetapi tetap saja ada yang gagal. Mereka yang gagal biasanya karena tidak rutin promosi ke target pembeli di daerah-daerah tertentu. Ataupun event tertentu. Bukannya untung malah buntung. Lebih dari itu, modal tidak balik ke kantong. Rugi, kan?

Kalau Anda mengambil bisnis PPOB, maka Anda tidak lagi perlu survei ataupun promosi ke lapangan. Cukup hanya menyediakan smartphone saja sudah bisa berbisnis. Tapi ini khusus untuk yang mendaftar jadi agen PPOB ke penyedia loket tertentu, ya. Misalnya dengan daftar di KUDO. Kalau di tempat lain bisa beda.

Kalau sudah mendaftar bagaimana? Nah, ini dia yang agak menantang. Bisnis PPOB tidaklah mengambil modal besar. Bahkan hanya dengan modal 10 ribu saja Anda sudah bisa berbisnis. Pada tahap awal membangun bisnis PPOB lebih baik lakukan promosi secara intens dan berkelanjutan.

Tidak mengapa kalau hasilnya kurang sesuai keinginan. Namun bandingkan dengan agen PPOB yang tidak promosi pada tahap awal. Mereka umumnya hanya tergiur pada hasil yang dicapai oleh orang-orang yang sukses pada bisnis yang sama. Mereka melupakan hal yang paling penting dalam menjalankan bisnis ini.

Dibutuhkan banyak jaringan agar bisnis senantiasa lancar tanpa hambatan. Kalau jaringan saja tidak punya, bagaimana mungkin bisa menjalankan bisnis dengan baik? Akibatnya, ketika Anda sudah telanjur mengisi deposit akun dalam bentuk produk siap kirim ke pelanggan hanya menganggur saja.

Uang yang Anda keluarkan jadi tidak ada artinya lagi. Lebih-lebih kalau sampai bernilai belasan juta rupiah. Sementara uang yang sudah dalam bentuk deposit, maka tidak bisa dikonversi ulang jadi uang kembali. Ketika ekonomi semakin mencekik, uang tidak ada di tangan. Mudah-mudahan tidak seperti itu. Bijak-bijaklah dalam memilih provider, ya.

Related posts